Pembuatan Contoh Uji Profisiensi

PENDAHULUAN

Laboratorium pengujian dituntut untuk dapat memberikan data hasil pengujian/analisis yang handal. Data yang handal adalah data yang memenuhi kriteria kecermatan (precision) dan ketepatan (accuracy). Untuk itu laboratorium dituntut mempunyai prosedur jaminan mutu hasil pengujian.

Salah satu prosedur pengendalian mutu untuk memantau keabsahan pengujian adalah melalui keteraturan penggunaan bahan acuan bersertifikat dan/atau pengendalian mutu internal menggunakan bahan acuan sekunder. Apabila ternyata laboratorium karena satu dan lain hal tidak dapat melaksanakan hal tersebut diatas, maka menurut ISO/IEC Guide 17025 butir 5.9.1b, laboratorium harus berpartisipasi dalam uji banding antar laboratorium atau program uji profisiensi.

Harga dari bahan acuan bersertifikat cukup mahal, dengan demikian pembuatan bahan acuan yang lebih rendah (sekunder ataupun tertier) menjadi suatu kebutuhan. Penyelenggaraan uji profisiensi di Indonesia masih sangat terbatas. Oleh karena itu terdapat kebutuhan dari laboratorium yang kebetulan bergerak di bidang pengujian yang sama untuk menyelenggarakan uji profisiensi yang sesuai. Dengan demikian persyaratan dari butir 5.9 ISO/IEC 17025 akan dapat terpenuhi.

Untuk membantu laboratorium yang berkeinginan menyelenggarakan uji profisiensi dilingkungan laboratorium lain dengan pengujian sejenis, RCChem Learning Centre akan menyelenggarakan Pelatihan “Pembuatan Contoh Uji Profisiensi Dan Bahan Acuan Sekunder”. Pelatihan ini terbuka bagi Industri, Laboratorium Jasa, Lembaga Penelitian dan Pengembangan serta Perguruan Tinggi.

 

TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami dan membuat contoh uji profisiensi dan bahan acuan sekunder atau tertier. Dengan mendapatkan materi kursus ini diharapkan peserta dapat :

 

MATERI PELATIHAN

Terdiri dari dua bagian, yakni kuliah dan praktikum perhitungan data menggunakan komputer. Kuliah diberikan bersama-sama, sedangkan praktek perhitungan data dilakukan perkelompok. 1 kelompok terdiri dari 2 peserta.

 

MATERI KULIAH

 

MATERI PRAKTIKUM

 

PESERTA PELATIHAN

Peserta adalah para Penyelia dan teknisi pengujian yang berpengalaman dalam bidang laboratorium. Berpendidikan minimal Sekolah Menengah Kejuruan yang relevan atau Sarjana.