Teknik Preparasi Contoh Senyawa Organik

PENDAHULUAN

Senyawa organik dikategorikan untuk senyawa2 yang menjadi bagian utama dari jaringan tubuh makhluk hidup dan secara umum terdiri unsur2 C (carbon), H (hydrogen), O (oksigen) yang sering dikenali sebagai karbohidrat, kemudian N (nitrogen) yang menjadi bagian utama yang membangun asam amino dan protein. Selebihnya merupakan turunan atau tersisip unsur heterogen, seperti S (sulfur), P (posfor), Halogen (dan menjadi senyawa organo-halogen) bahkan unsur metal (kemudian dikenali sebagai senyawa organo-metal).

Sekalipun demikian daftar panjang senyawa organik hampir tanpa batas, termasuk kedalamnya yang beracun, berkhasiat obat, membangun pertumbuhan, dll. Kedalam golongan racun yang sering disebut kelompok POPs (Pessistence Organic Polutan), termasuk kedalamnya bahan anti-hama (pesticides), anti-api (flame retardant), turunannya serta berbagai isomer.

Bahan organik beracun, begitu banyak dan beragam, sekalipun dalam konsentrasi rendah sangat berbahaya hingga perlu diwaspadai keberadaannya. Diperlukan kemampuan deteksi memadai. Juga diperlukan teknik prepasi yang mumpuni hingga dapat dilakukan deteksi sampai konsentrasi renik.

Beberapa hal yang terkait pada teknik preparasi contoh bahan uji, diantaranya proses pelarutan (dissolution), pemisahan dari matriks (clean-up), pemisahan jenis (fraksinasi) dan pemekatan (concentrating) untuk mencapai kemampuan deteksi yang sebaik2nya. Dalam preparasi diperlukan pula berbagai model pengolahan (treatment), seperti ekstraksi, pemanasan untuk pemekatan atau penguapan pelarut, sentrifugasi, bahkan derivatisasi untuk tujuan tertentu. Pada semua tahap pengolahan digunakan berbagai macam pelarut yang perlu dipilih dengan tepat hingga memberikan hasil analisa terbaik.

 

TUJUAN

Pelatihan ini ditujukan pada penyelia laboratorium, analis dan operator yang seringkali terlibat langsung pada proses pengujian (analisa). Peserta akan dibekali dengan berbagai metoda preparasi yang dibedakan berdasarkan, level konsentrasi, jenis sampel, dan target analit sampai pada pemilihan teknologi peralatan, baik secara offline (manndiri) begitupun on-line (terintegrasi pada alat uji/analisa). Begitupun bagi peserta yang masih pada tahap perencanaan, diharapkan dapat melakukan konfigurasi peralatan preparasi dengan lebih baik sebagai sarana penunjang untuk mendapat hasil pengujian terbaik, reproducible, dan akurat.

 

MATERI PELATIHAN

 

PESERTA PELATIHAN

Peserta adalah para penyelia dan teknisi laboratorium penguji yang berpendidikan minimal sekolah menengah kejuruan kimia (Analisis atau STM Kimia).