Teknik Subsampling Contoh Laboratorium

PENDAHULUAN

Tingkat akurasi data hasil analisis sangat ditentukan oleh kualitas contoh ujinya. Akurasi yang rendah dapat disebabkan oleh kesalahan cara pengambilan, pengawetan, penyimpanan dan preparasi contoh uji serta metode analisis di laboratorium dan pengolahan datanya.

Subsampling merupakan proses pengambilan contoh dari suatu populasi atau suatu lingkup area contoh yang datang ke laboratorium sehingga cuplikan dari contoh  tersebut dapat merepresentasikan populasi atau contoh yang datang. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam melakukan subsampling ditentukan oleh berbagai aspek, diantaranya jenis bahan dan tujuan dari analisisnya, perlakuan yang harus diterapkan setelah contoh diambil agar contoh tidak terkontaminasi atau rusak sampai contoh tersebut siap untuk dianalisis. Keadaan/kondisi contoh menentukan tingkat kesulitan didalam proses subsampling. Sebagai contoh, jika sample merupakan cairan satu fasa tanpa material tersuspensi, proses subsampling relatif mudah dibanding jika sample tersebut mengandung campuran beberapa partikel. Untuk itu, analis/operator harus memiliki keahlian dan pengetahuan yang memenuhi syarat untuk menerapkan teknik yang tepat dalam mendapatkan contoh uji yang representatif sehingga keutuhan dan keabsahan contoh uji saat dianalisis di laboratorium dapat dijamin. Dalam upaya untuk mengembangkan kemampuan para analis/operator dalam menerapkan teknik subsampling, RCChem Learning Centre akan menyelenggarakan Pelatihan Laboratorium: “Teknik Subsampling Contoh Dari Laboratorium”.

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta memiliki pengetahuan yang layak dalam melaksanakan subsampling dari contoh yang diterima laboratorium baik berupa padatan, semipadat, maupun cairan.

 

TUJUAN

Dengan mengikuti pelatihan kimia ini diharapkan peserta dapat mengetahui dan memahami hal-hal yang berhubungan dengan ketepatan dalam pengambilan contoh uji seperti:

 

MATERI KULIAH

 

MATERI PRAKTIKUM

 

 

PESERTA PELATIHAN

Peserta adalah para sarjana atau teknisi berpengalaman yang mempunyai latar belakang pendidikan kimia/ lingkungan/ kesehatan atau praktisi laboratorium analisis kimia.