Estimasi Ketidakpastian Sampling

PENDAHULUAN

Ketidakpastian merupakan parameter penting yang menggambarkan kualitas dari suatu pengujian. Hal ini disebabkan karena ketidakpastian akan mempengaruhi keputusan yang diambil, didasarkan pada hasil pengujian tersebut. Pengujian hampir selalu melibatkan proses pengambilan contoh (sampling), karena umumnya tidak mungkin dilakukan pengujian pada keseluruhan bahan uji yang akan dikarakterisasi (sampling target).

Jika maksud dari pengujian adalah mengestimasi konsentrasi analit dari target sampling, maka ketidakpastian terkait proses sampling selalu memberikan kontribusi pada ketidakpastian dari hasil uji yang dilaporkan. Sementara disatu pihak ketidakpastian yang timbul dari proses sampling harus dievaluasi; dilain pihak prosedur untuk mengestimasinya belum banyak diketahui oleh/dikomunikasikan pada personil laboratorium.

Selama ini, personil penguji hanya perduli pada tahap dari pengujian yang dilakukan laboratorium, sedangkan proses sampling dilakukan oleh dan merupakan tanggung jawab dari kumpulan personil lain yang seringkali berasal dari organisasi/laboratorium yang berbeda dan terpisah.

Pengetahuan personil penguji akan proses sampling sangat terbatas; padahal adanya teknik pengujian in situ memungkinkan personil penguji melakukan pengukuran/pengujian pada lokasi sampling dan berhubungan langsung dengan bahan yang harus diambil (di-sampling).

Sebagai contoh akan dilakukan pengukuran/pengujian in situ dari tanah yang terkontaminasi. Menempatkan sensor analitik pada situasi tersebut merupakan tahap pengambilan sampel. Dalam hal ini, personil penguji menjadi tidak hanya harus perduli tapi juga harus mengambil tanggung jawab untuk semua tahap dari proses pengukuran/ pengujian, termasuk sampling.

Karena proses pengujian dan sampling memberikan kontribusi pada ketidakpastian dari hasil uji, maka ketidakpastian hanya dapat diestimasi apabila ada pengertian dari seluruh proses secara lengkap. Personil yang merencanakan sampling dan personil penguji harus mengoptimasi keseluruhan prosedur pengukuran/pengujian dan menemukan strategi untuk mengestimasi ketidakpastian. Keduanya harus mendiskusikan tujuan pengukuran/ pengujian dengan pelanggan/klien.

Untuk membantu personil laboratorium memahami ketidakpastian sampling, RCChem Learning Centre menyelenggarakan pelatihan dengan judul Estimasi Ketidakpastian Sampling



TUJUAN

Pelatihan bertujuan untuk memberikan ulasan rinci mengenai ketidakpastian sampling (sampling uncertainty). Dengan mendapatkan materi pelatihan ini  diharapkan peserta dapat:

MATERI PEMBAHASAN

MATERI PRATIKUM (Studi kasus)
  • Mengestimasi ketidakpastian pengujian dari sayuran (yang disampling dari rumah kaca) dengan memperhitungkan kontribusi dari sampling dan analisis.
  • Mengestimasi ketidakpastian pengujian Pb pada tanah permukaan dengan memperhitungkan kontribusi dari sampling dan analisis.
  • Mengestimasi ketidakpastian pengujian Fe pada air tanah dengan memperhitungkan kontribusi dari sampling dan analisis
  • Mengestimasi ketidakpastian pengujian vitamin A dalam makanan bayi  pada batch produksi di pabrik dengan memperhitungkan kontribusi dari sampling dan analisis

Penanggung Jawab Materi : Dr. Julia Kantasubrata

 

 

PESERTA PELATIHAN

Karena materi dari pelatihan ini merupakan materi tambahan dari materi estimasi ketidakpastian (pendekatan Top-Down & Bottom-Up), maka diharapkan peserta-nya  adalah peserta yang sudah mengikuti pelatihan estimasi ketidakpastian yang diselenggarakan RCChem sebelumnya.